1. Adil
a. Pengertian Adil
Adil
artinya meletakkan sesuatu pada tempatnya. Maksudnya ialah tidak memihak antara
yang satu dengan yang lain. Menurut
istilah, adil adalah menetapkan suatu
kebenaran terhadap dua masalah atau bebepara masalah untuk dipecahkan sesuai dengan aturan-aturan yang
telah ditetapkan oleh agama. Dengan demikian keadilan berarti bertindak atas dasar kebenaran, bukan mengikuti kehendak hawa nafsu. Firman
Allah dalam QS Al-Maidah ayat 8:
يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُواْ
كُوْنُواْ قَوَّامِيْنَ لِلهِ شُهَدَآءَ بِالْقِسْطِ وَلاَ يَجْرِمَنَّكُمْ
شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلاَّ تَعْدِلُواْ اِعْدِلُواْ هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوٰى
وَاتَّقُواْ اللهَ إِنَّ اللهَ خَبِيْرٌ بِمَا تَعْمَلُوْنَ ﴿٨﴾
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu
menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah
sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku
tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan
bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan.
Dalam ayat lain
Allah SWT berfirman : QS. An Nissa : 58
إِنَّ اللهَ
يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤدُّواْ الأَمَانَاتِ إِلَى أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ
بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُواْ بِالْعَدْلِ إِنَّ اللهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ
بِهِ إِنَّ اللهَ كَانَ سَمِيْعاً بَصِيْراً ﴿٥٨﴾
Artinya: “Sesungguhnya Allah
menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh
kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan
adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu.
Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”
Sebagai
pemimpin dan hakim, Rasulullah menegakkan keadilan
dengan sebaik-baiknya. Hal ini beliau mencontohkan dalam haditsnya yang
artinya:
”Jika sekiranya Fatimah binti Muhammad
mencuri, niscaya aku potong tangannya “ (HR.Bukhari)
Dari keterangan
ayat-ayat dan hadits di
atas, jalaslah bahwa keadilan merupakan sendi pokok ajaran Islam yang harus
ditegakkan. Dengan ditegakkannya keadilan dlam segala hal, akan menjamin segala
urusan menjadi lancar. Sebaliknya, apabila keadilan dikesampingkan dan
diabaikan akan berkibat perpecahan dan kehancuran di kalangan umat.
Orang yang tidak bisa berbuat adil berarti ia berbuat zalim.
b. Macam-macam perilaku adil
Berlaku adil dapat
diklasifikasikan kepadai 4 bagian yaitu :
a) Barlaku adil kepada Allah swt, yakni menjadikan Allah satu-satunya Tuhan yang
berhak disembah, Kita sebagai makhluknya harus senantiasa tunduk dan patuh pada
perintah-Nya dan menjuhi larangan-Nya
Contoh: Berlaku adil kepada Allah yaitu
dengan menunaikan shalat, berzikir dan berdoa, tidak menyekutukan-Nya.
b) Berlaku adil terhadap diri sendiri, yakni
menempatkan diri pribadi pada tempat yang baik dan benar. Kita harus memenuhi kebutuhan jasmani
dan ruhani sesuai dengan norma-norma syari’at.
Contoh: Makan yang halal dan bergizi, tidak menyakiti diri sendiri seperti mentato,
merokok, narkoba, dll.
c) Berlaku adil terhadap orang lain, yakni menempatkan orang lain pada tempat yang semestinya.
Contoh: tidak menghukum melebihi kesalahannya, tidak
menyakiti dan merugikan orang lain, Tidak mengejek dan menghina karena kita pun ingin diperlakukan
dengan baik.
d) Berlaku adil terhadap hewan
dan lingkungan, yakni menyayangi
dan merawatnya.
Contoh adil kepada binatang yakni tidak menyiksa hewan/binatang,
memberi makan dan minum. Adil terhadap lingkungan yakni menjaga kelestarian
dengan merawat dan tidak merusaknya.
c. Membiasakan sikap adil
dalam kehidupan sehari-hari
Patuhilah perintah Allah dan menjauhi
larangan-Nya
a) Berikan rasa keadilan kepada orang lain sesuai dengan norma yang berlaku
b) Hargailah dan hormatilah
setiap orang tanpa diskriminasi
c) Berikanlah hak-hak orang
lain tanpa mengurangi sedikitpun.
d) Jadilah pendengar yang baik
ketika temanmu berbicara
e)
Konsumsilah makanan yang
halal dan bergizi dan janganlah merokok dan jauhi narkoba
f)
Janganlah suka mengadu
hewan atau menyakiti binatang.
d. Hikmah
berlaku adil
a)
Menjadi pribadi yang utuh
sehingga tidak mudah terpengaruh oleh keburukan di lingkungannya.
b) Menjadi pemimpin dan
teladan sekaligus pengayom bagi orang lain.
c) Disegani dan diperhitungkan
di masyarakat.
d) Menumbuhkan rasa kepuasan,
aman, dan nyaman bagi orang lain
e) Menciptakan ketenteraman dalam
kehidupan masyarakat
f) Mempererat tali
persaudaraan dan persatuan
2. RIDHA
a. Pengertian
Ridha artinya
merasa cukup dengan apa yang dimiliki baik harta maupun kedudukan. Rida
dapat menjauhkan diri dari bisikan nafsu dan berbagai tipu daya kehidupan dunia
yang membuat orang lupa akan Allah swt dalam mempersiapkan diri menuju
kehidupan akhirat kelak. Akibat godaan nafsu duniawi, seseorang akan mengejar
dunia yang tiada puasnya. Akibatnya ia menjadi lupa diri, serakah, tamak, dan
menghalakan segala cara asalkan bisa memperoleh apa yang diinginkannya.
Orang yang
memiliki sikap rida, ia akan menerima nikmat yang
dimiliki dan mensyukurinya. Ia juga akan tabah atas musibah yang
menimpanya. Ia menjadi orang yang berikhtiar
dan bertawakkal. Ia tidak mudah silau dengan kemilau
harta meskipun dirinya serba kekurangan tetapi hatinya kosong dari sifat iri
dan dengki. Semakin banyak nikmat dan rizki akan
semakin berat pertanggungjawabannya kelak di hadapan Allah. Orang yang bersikap
rida, ia tidak menilai harta dari segi kuantitasnya, tetapi ia akan menilai
harta dari segi manfaat yang dihasilkan. Dalam perdagangan, orang yang bersikap
rida bukan keuntungan yang ia cari, tetapi seberapa besar orang-orang yang
bertrasaksi dengannya merasa percaya dan puas dengan pelayanannya.
b. Membiasakan perilaku rida dalam kehidupan sehari-hari
Agar kita dapat menampilkan perilaku rida,
kebiasaan berikut hendaklah kita lakukan, yaitu:
1)
Menerima dengan senang semua nikmat yang dilimpahkan oleh Allah swt
2)
Berikhtiar dan bertawakal
kepada Allah swt
3) Menerima segala yang telah
ditakdirkan oleh Allah dengan memperbanyak doa kepada-nya.
4) Tidak tertarik dengan tipu daya
dunia dan segala gemerlap
yang ditampilkannya.
5) Mensyukuri segala yang
diberikan oleh Allah baik berupa harta, keluarga, pekerjaan, dll.
c. Hikmah berperilaku ridha
1)
Memiliki pribadi yang bersahaya dan jauh dari sifat iri dan dengki kepada
sesamanya
2)
Berjiwa ihlas, suka memberi dan menolong tanpa pamrih
3)
Berjiwa pemaaf dan tidak
dendam atas keburukan orang lain kepadanya
4) Terhindar dari
tekanan jiwa yang bergolak seperti stres dan kelelahan
5) Merasa tidak ada
yang mengancam karena tidak ambisi terhadap jabatan dan kedudukan
6) Dapat menjalankan
ibadah dengan khusyu’ karena pikiran dari hatinya yang pasrah kepada Allah
3. Amal Sholeh
a. Pengertian
Amal sholeh ialah
segala perbuatan yang bermanfaat dan tidak merusak atau merugikan sesamanya. Sebagaimana frman Allah :
وَالَّذِيْنَ آمَنُواْ وَعَمِلُواْ
الصَّالِحَاتِ أُولَـئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيْهَا خَالِدُوْنَ ﴿٨٢﴾
Artinya: “dan orang-orang yang beriman serta beramal
saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya”. (QS
AL-Baqarah : 82)
b. Contoh
perbuatan amal sholeh
Amal sholeh dapat berupa:
1) Sedekah. Sedekah bisa
berupa harta, tenaga, bersikap baik
kepada orang yang berbuat jelek kepada kita, kesabaran dalam menuntut
ilmu, dsb.
2) Amar Ma’ruf. Menyeru atau mengajak orang untuk
berbuat kebaikan, baik secara lisan maupun dengan memberikan contoh/tauladan
dalam bentuk perbuatan langsung.
3) Berbakti kepada orang
tua. Tidak ada orang yang lebih pantas
dihormati dan disayangi selain ibu dan bapak
karena merekalah yang merawat, menjaga dan membesarkan serta mendidik
kita. Karena itu, berbakti kepada kedua orang tua merupakan amal salih. (lihat QS. Al-Isra 23 )
4) Belajar agama dan ilmu
pengetahuan juga sebagai amal salih. Perbuatan yang baik apabila tidak
dilandasi ilmu yang benar bisa jadi bukan amal salih melainkan maksiat.
c. Membiasakan perilaku amal sholeh dalam
kehidupan sehari-hari
Segala seuatu yang baik akan berat dan sulit dilakukan apabila tidak
dibiasakan sedini mungkin. Perilaku amal salih akan mudah dan ringan dilakukan
denngan membiasakan perilaku sebagai berikut:
1) Berdoalah sebelum memulai suatu kegiatan dan akhirilah dengan
berdo’a pula
2) Disiplinlah dalam melakukan ibadah. Contoh. Agar kita bisa salat
berjamaah, kita harus bisa bangun tidur pagi-pagi sekali meskipun terasa berat
dan terpaksa.
3) Berzikirlah dan berdoalah kepada Allah agar diberikan jalan yang mudah untuk
beramal salih
4) Bergaullah dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan yang baik
5) Menjauhkan
sikap malas belajar, malas bekerja, dan pesimis.
Ingat kebaikan yang kita lakukan saat ini akan dipetik hasilnya di waktu yang
akan datang.
6) Gunakanlah waktumu dengan
sebaik-baiknya. Waktu yang berlalu tidak mungkin akan kembali lagi.
7) Berhematlah uang yang kamu peroleh.
sisihkan 30 persennya untuk belanja, 30 persen lainnya untuk sedekah, 30 persen
sisanya untuk investasi.
d. Hikmah
beramal sholeh
Orang yang banyak beramal salih akan medapatkan hikmah sebagai
berikut:
1) Dibutuhkan oleh orang lain.
Orang yang suka beramal salih, kehadirannya akan ditunggu-tunggu dan
kepergiannya akan menjadi kesedihan bagi orang yang ditinggalkan.
2)
Menjadi teladan bagi orang lain. Orang yang beramal salih akan terus
diingat dan dicontoh oleh orang lain.
3) Mendapatkan pahala yang terus
mengalir di akhirat kelak.
4) Mendapatkan kedamaian dan
ketenangan jiwa. Orang yang beramal salih, ia tidak menunggu orang untuk
diberi, tetapi ia akan terus memberikan apa saja yang ia punya kepada orang-orang
yang membutuhkan.
5) Mendapatkan kemuliaan dari
Allah dan manusia.
Mauizah
1.“Berbahagialah bagi orang yang mendapat petunjuk untuk masuk Islam sedang
keadaan hidupnya sederhana, tetapi Qana’ah”. (HR. Turmudzi )
2.“Qana’ah itu adalah
harta yang tidak hilang dan simpanan yang didak akan lenyap”. (HR. Thabrani dan Jabir )
3. QS. Ibrahim : 7
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ
شَكَرْتُمْ لأَزِيْدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِيْ لَشَدِيْدٌ ﴿٧﴾
“Dan (ingatlah
juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur,
pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". (QS.
Ibrahim ayat 7)
Kamus istilah
Amar ma’ruf : menyeru kebaikan
Qana’ah : merasa cukup atas apa yang dimiliki
RANGKUMAN
1. Adil adalah menempatkan segala
sesuatu pada tempat yang semestinya.
2. Rida yaitu rela menerima apa
saja yang dimiliki dan tidak merasa kurang
3. Amal salih yaitu perbuatan yang
bermanfaat dan tidak merusak atau merugikan orang lain.
4. Contoh perilaku adil yaitu adil
kepada Allah yaitu dengan menyembah, zikir, dan do’a kepada-Nya. Contoh adil kepada diri sendiri
yaitu tidak melukai dan menyakiti diri sendiri seperti merokok, narkoba, tato,
dsb. Adil kepada orang lain yaitu tidak mengurangi hak-haknya, tidak
mengolok-olok, dsb. Adil kepada lingkungan yaitu tidak merusak lingkungan yang
ada.
5. Contoh perilaku rida yaitu
menjadi pribadi yang qana’ah, ihlas, dan tawakal.
6. Contoh amal salih yaitu
bersedekah, amar ma’ruf, berbakti kepada kedua orang tua, dan belajar.
7. Cara membiasakan bersikap adil,
rida, dan amal salih yaitu mematuhi perintah Allah dan rasu-Nya, menghindari
makanan yang haram, bergaul dengan orang yang baik, berikhtiar dan bertawakkal
kepada allah swt, beribadah yang khusyu’, menggunakan waktu dengan
sebaik-baiknya, tidak ada yang terbuang/terlewatkan dengan sia-sia.


0 komentar:
Posting Komentar