Bismillahirrochmanirochim
Assalamu’alaikum
Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbil’alamin
Washolatu
wassalamua’ala Asrofil Ambiya’I Wal Mursalin, Waala alihi wa’as habihi adzma’in
Ashaduallailahaillallah
wa Ashaduannamuhammadarrasulullah, Amma ba’du
Pertama-tama marilah kita panjatkan
puji syukur ke hadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan karunia, kenikmatan,
kesehatan, dan kelapangan hati kepada kita semua sehingga dapat berkumpul di
ruangan ini.
Dan
perkenankan saya menyampaikan sebuah kultum yang berjudul Makanan yang Halal
dan Baik (halalan Thoyyiban)
Allah memerintahkan kita untuk memakan
makanan yang halal dan baik / Halalan Thoyyiban
Al-Qur’an,
Surah Al-Maidah : 88 yang artinya:
“Dan
makanlah dari apa yang telah diberikan Allah kepadamu sebagai rezeki yang halal
dan ban, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya”
Allah memerintahkan kita untuk memakan
makanan yang bukan cuman halal, tetapi
juga baik (Halalan Thoyyiban) agar tidak membahayakan tubuh kita. Bahkan
perintah ini disejajarkan dengan bertaqwa kepada Allah, sebagai sebuah perintah
yang sangat jelas.
Pertama, kita ketahui, halal itu bukan
sekedar halal makanannya, tapi juga dari sumber bagaimana mendapatkannya pun
harus halal kalau sumbvernya haram seperti korupsi, mencuri, merampok, maka
makanan yang dimakan pun meski sebetulnya halal, tetap haram. Dan akan membuat
si pemakannyya di siksa di api neraka.
HR.
At-Thabrani:
Tiap
tubuh yang tumbuh dari (makanan) yang haram maka api neraka lebih utama
membakarnya.
QS Al-Maidah
: 3
Artinya:
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang
disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang dipukul, yang jatuh di
tanduk, dan yang diterkam binatang buas, kecuali kamu sempat menyembelihnya.
Dan (diharamkan pula) yang disembelih untuk berhala.
Kriteria
makanan yang baik, antara lain:
1.
Bergizi tinggi.
2.
Makanan yang
lengkap dan berimbang. (4 sehat 5 sempurna + makanan herbal seperti madu,
minyak zaitun, dan lain-lain) agar tubuh kita sehat.
3.
Tidak mengandung
zat-zat yang membahayakan bagi kesehatan kita, misalnya kolestrol tinggi atau
bisa memicu asam urat kita
4.
Alami. Tidak
mengandung berbagai zat kimia seperti pupuk kimia, pestisida kimia, pengawet
kimia, dan lain-lain.
5.
Masih segar.
Tidak membusuk atau basi sehingga warna, bau, dan rasanya berubah.
6.
Tidak berlebihan.
Makanan sebaik apapun jika berlebihan tidak baik.
Sekian kultum saya, Mohon maaf apabila
ada kata yang salah dan kurang berkenan. Kita tutup dengan doa penutup majelis.
Subhanakallahumma
wabi’amdika Ashaduallahilahailahanta Asta’firuqa wa’atubuilahi
Wassalamualaikum
Wr. Wb.

0 komentar:
Posting Komentar